Kesenian Gajah-gajahan di Kaponan Mlarak Ponorogo (Studi nilai budaya dan potensinya sebagai sumber pembelajaran IPS SD)

R Rukun, Muhammad Hanif

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian  gajah-gajahan di Desa Kaponan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo dan potensinya sebagai sumber pembelajaran IPS SD. Kesenian gajah-gajahan merupakan kesenian tradisional yang lahir di Ponorogo yang memiliki tokoh utama yaitu tiruan binatang gajah yang dibuat menyerupai binatang aslinya, dipikul oleh dua orang untuk dapat menggerakkannya, dan diiringi oleh musik hadroh dengan tema islami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer. Data primer diperoleh dari informan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penetapan informan atau sampel berdasarkan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis penelitian kualitatif model Miles & Huberman. Penelitian ini telah dilakukan pada Bulan Desember 2018-Januari 2020 di Desa Kaponan Kecamatan Mlarak Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan kesenian gajah-gajahan memiliki nilai religius, silaturohim, sosial ekonomi, gotong royong, kekeluargaan, kerja sama, persatuan dan kesatuan, cinta tanah air dan bangsa, dan estetika. Kesenian gajah-gajahan di Desa Kaponan berpotensi untuk dijadikan sumber pembalajaran IPS SD kelas V KD 3.2 menganalisis bentu-bentuk interaksi manusia dengan lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembangunan sosial, budaya, ekonomi masyarakat Indonesia dan KD 4.2 menyajikan hasil analisis tentang interaski manusia dengan lingkungannya dan pengaruhnya terhadap pembangunan sosial, budaya, ekonomi masyarakat Indonesia.

Keywords


kesenian gajah-gajahan; nilai budaya; sumber belajar IPS

Full Text:

PDF

References


Alwi, H. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Anderson, L. W., Krathwohl, D. R., Airasian, P. W., Cruikshank, K. A.,

Mayer, R. E., Pintrich, P. R., Raths, J., & Wittrock, M. C. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives, abridged edition (Vol. 5). Longman. https://fintechsociety.comp.nus.edu/lyfh30syqkpx/20-prof-aaron-hoppe-2/a-9780801319037-a-taxonomy-for-learning-teaching-and-assessing-a.pdf

Andri R. M. , L. (2016). Seni pertunjukan tradisional di persimpangan zaman: studi kasus kesenian menak koncer sumowono semarang. Humanika, 23(2), 25-31. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/humanika/article/view/13642

Asfina, R., & Ovilia, R. (2016). Be proud of Indonesian cultural heritage richness and be alert of its preservation efforts in the global world. Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora, 15(2), 195-206. https://media.neliti.com/media/publications/62741-EN-be-proud-of-indonesian-cultural-heritage.pdf

Brata, I. B. (2016). Kearifan budaya lokal perekat identitas bangsa. Jurnal Bakti Saraswati (JBS), 5(1). http://ojs.unmas.ac.id:80/index.php/Bakti/article/download/226/201

Citra Komala, Y. (2019). Bentuk Penyajian Kesenian Gajah-Gajahan Di Dusun Krajan Desa Kedungbanteng Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo Institut Seni Indonesia Yogyakarta]. http://digilib.isi.ac.id/5170/

Hanif, M. (2016). Kesenian Dongkrek (Studi Nilai Budaya Dan Potensinya Sebagai Sumber Pendidikan Karakter). Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 1(2), 132-141. https://doi.org/http://doi.org/10.25273/gulawentah.v1i2.1036

Hayati, Y. I. N., & Hanif, M. (2019). Upacara Mendhak Ki Buyut Terik (Studi Nilai Budaya Dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah). Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 9(1), 79-93. https://doi.org/http://doi.org/10.25273/ajsp.v9i1.3638

Ju Lan, T. (2011). Heterogeneity, politics of ethnicity, and multiculturalism: What is a viable framework for Indonesia? Wacana, 13(2), 279-292. https://brill.com/downloadpdf/journals/waca/13/2/article-p279_4.pdf

Lestari, G. (2016). Bhinnekha Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia Di Tengah Kehidupan SARA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 28(1). http://journal.um.ac.id/index.php/jppk/article/view/5437

Mishra, S., & Kumar, C. B. (2014). Understanding diversity: A multicultural perspective. IOSR Journal of Humanities and Social Science, 19(9). http://sapatgramcollegeonline.co.in/attendence/classnotes/files/1586744332.pdf

Pitoyo, A. J., & Triwahyudi, H. (2017). Dinamika perkembangan etnis di Indonesia dalam konteks persatuan negara. Populasi, 25(1), 64-81. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jp.32416

Poespowardjo, P. (1993). Strategi Kebudayaan. PT Gramedia.

Prayogi, R., & Danial, E. (2016). Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Pada Suku Bonai Sebagai Civic Culture Di Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Humanika, 23(1), 61-79. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/humanika.23.1.61-79

Rathje, S. (2009). The definition of culture: An application-oriented overhaul. Interculture Journal, 35. Rathje, Stefanie, The Definition of Culture: An Application-Oriented Overhaul (September 8, 2009). Interculture Journal, p. 35, August 2009, Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=1533439

Trianto, T. (2011). Model Pembelajaran Terpadu. PT Bumi Aksara.

Widhyatama, S. (2012). Pola imbal gamelan bali dalam kelompok musik perkusi Cooperland di kota Semarang. Jurnal seni musik, 1(1). https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jsm.v1i1.1801

Widiastuti, E. H. (2017). Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber pembelajaran mata pelajaran IPS. Satya Widya, 33(1), 29-36. https://doi.org/https://doi.org/10.24246/j.sw.2017.v33.i1.p29-36


Article Metrics

Abstract has been read : 169 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/gulawentah.v6i2.11305

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Gulawentah: Jurnal Studi Sosial Metrics:

Office:
Pascasarjana Universitas PGRI Madiun

Jl. Setiabudi No. 85 Kota Madiun 63118
email : gulawentah@unipma.ac.id

 


web
analytics
Gulawentah My Stats