Konseling Kelompok Singkat Berorientasi Solusi menggunakan media boneka untuk mengurangi agresivitas Siswa

Syska Purnama Sari, Miftha Indasari, Endang Surtiyoni

Abstract


Aksi kekerasan merupakan bentuk dari agresivitas harus segera diselesaikan. Salah satu alternatif untuk menyelesaikan masalah agresivitas adalah menggunakan boneka dalam konseling kelompok singkat berorientasi solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeefektifan pendekatan konseling singkat berorientasi solusi dengan menggunakan media boneka untuk mengatasi masalah agresivitas siswa. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode eksperimen, model penelitian adalah pretest posttest one grup desain. Subyek penelitian adalah siswa kelas III Sekolah Dasar di Dusun Meritai. Setelah melakukan analisis data, hasil yang diperoleh adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi agresivitas siswa sebelum dan setelah diberikan perlakuan dengan konseling kelompok singkat berorientasi solusi yang menggunakan media boneka. Sehingga penggunaan boneka dalam konseling singkat berorientasi solusi dapat digunakan oleh guru BK sebagai alternatif untuk mereduksi perilaku agresif.

 

Abstract: Violence which is part of aggressiveness and must be resolved. An alternative to resolving aggressiveness is to use dolls in solution focused brief group counseling. The purpose of this research is to observe the effectiveness of solution focused brief counseling using puppet media to reduce aggressiveness. This type of research is quantitative with the experimental method and the model is pretest posttest one group design. The research subjects were third grade elementary school students in Meritai village. The results of the study, it was a significant difference between the aggressiveness before and after being given solution focused brief group counseling using puppet media. So the conclusion is that the use of dolls in solution focused brief counseling can be used by counseling teachers as an alternative to reduce aggressiveness


Keywords


Konseling Kelompok Singkat Berorientasi Solusi, Media Boneka, Agresivitas

Full Text:

PDF

References


Abdi, A. P. (2019). 24 Kasus Anak di Sekolah pada Awal 2019 Didominasi Kekerasan. Tirto.Id.

Abidin, Z. (2009). Optimalisasi Konseling Individu dan Kelompok untuk Keberhasilan Siswa. INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 14(1), 132–148.

Baskoro, D. S. B. (2013). Model solution focused brief group therapy untuk perilaku agresif remaja. Jurnal Sains Dan Praktik Psikologi, 1(1).

Berkowitz, L. (1993). Aggression: Its causes, cosequences, and control. Aggressive Behavior.

BPS. (2018). Profil Anak Indonesia.

Buss, A. H., & Perry, M. (1992). The Aggression Questionnaire. Journal of Personality and Social Psychology, 63(3), 452–459.

Estévez López, E., Pérez, S. M., Ochoa, G. M., & Ruiz, D. M. (2008). Adolescent aggression: Effects of gender and family and school environments. Journal of Adolescence, 31(4), 433–450.

Fitri, E. N. & M. (2016). Dalam Menyelesaikan Masalah Pribadi Siswa. Jurnal Education, 2, 19–24.

Fitriyah, F. K. (2014). Efektivitas Konseling Singkat Berfokus Solusi Untuk Mereduksi Perilaku Agresif Siswa: Penelitian Subjek Tunggal terhadap 6 Siswa SMAN 1 Singgahan Kabupaten Tuban Tahun Ajaran 2013/2014 [Universitas pendidikan Indonesia].

Goldstein, S. E., Young, A., & Boyd, C. (2008). Relational aggression at school: Associations with school safety and social climate. Journal of Youth and Adolescence, 37(6), 641–654.

Hastuti, L. W. (2018). Kontrol Diri dan Agresi : Tinjauan Meta-Analisis. Buletin Psikologi, 26(1), 42–53.

Hurlock, E. (1999). Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Alih bahasa: Istiwidayati & Soedjarwo (Istiwidayati & Soedjarwo (ed.); Edisi ke 5).

Istati, M., & Rahmi, N. (2017). Penguatan keterampilan konseling anak : memilih media dan aktivitas yang tepat. Proceeding seminar dan lokakarya nasional revitalisasi laboratorium dan jurnal ilmiah dalam implementasi kurikulum bimbingan dan konseling berbasis kkni, 4–6.

Kegley, J. B. (2000). Perceptions of Elementary School Counselors Regarding the Utility of Solution-Focused Brief Counseling In the School Setting. In This study examined the perceptions of elementary school counselors regarding their experience in using solution-focused brief counseling for meeting the demanding responsibilities of their job and the particular needs of the students they serve. Specific (Vol. 53, Issue 9).

Kemendikbud, D. G. dan T. K. (2016). Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Sekolah Menengah Kejuruan. 1, 172.

Kronenberger, W. G., Mathews, V. P., Dunn, D. W., Wang, Y., Wood, E. A., Giauque, A. L., Larsen, J. J., Rembusch, M. E., Lowe, M. J., & Li, T. Q. (2005). Media violence exposure and executive functioning in aggressive and control adolescents. Journal of Clinical Psychology, 61(6), 725–737.

Muh. Chotim, Dian Ratnaningtyas Affifah, dan N. K. D. (2011). Mengurangi Tingkat Agresivitas Anak Usia TK melalui Terapi Bermain (Play Therapy). 1–13.

Nasrina Nur Fahmi, S. (2016). Layanan Konseling Kelompok Dalam Meningkatkan. Jurnal Layanan Konseling Kelompok, 13(1), 69–84.

Ondawati. (2019). Upaya Menurunkan Perilaku Agresif melalui Pemberian Layanan Konseling Kelompok pada Siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan, 19(1), 84–95.

Prayitno, Afdal, Ifdil, Z. A. (2017). Layanan Bimbingan Kelompok & Konseling Kelompok yang Berhasil. Ghalia Indonesia.

Putri, D. A., Saputra, W. N. E., Hartanto, D., & Nugraha, A. (2019). The Effectiveness of Solution Focused Brief Counseling (SFBC) Based on Creative Art to Reduce Students Social Aggressive Behaviour. Junral Nusantara of Research, 6(2), 60–67.

Rangga Erfizal. (2019, November 29). Siswa SMA Taruna Indonesia Palembang Kembali Jadi Korban Kekerasan. IDN Times Sumsel.

Riski Maruto. (2020). Kakak tikam adik hingga tewas karena berkata kasar. Antara Riau.

Sari, D. K. (2016). Solution focus brief group counseling: model konseling untuk mengurangi perilaku agresif siswa. Konseling Krisis.

Sari, S. P. (2017). Teknik Psikodrama dalam Mengembangkan Kontrol Diri Siswa. Jurnal Fokus Konseling, 3(2), 123.

Setiowati, E. A., Suprihatin, T., & Rohmatun. (2010). Gambaran Agresivitas Anak dan Remaja di Area Beresiko. JIPD (Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar), 2(1), 23–29.

Sucipto. (2016). Konseling Kelompok dengan Media Animasi untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Konseling Gusjigang, 2(2), 133–139.

Sugara, G. S. (2019). Konseling Singkat Berorientasi Solusi. Edupotensia.

Sukardi. (2000). Pengantar Pelaksanan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Rineka Cipta.

Supriyatna, A., Konseling, B., & Magelang, U. M. (2014). Konseling Kelompok Teknik Reinforcement Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa. Jurnal Penelitian Dan Artikel Pendidikan, 26–30.

Vega, A. De, Hapidin, H., & Karnadi, K. (2019). Pengaruh Pola Asuh dan Kekerasan Verbal terhadap Kepercayaan Diri (Self-Confidence). Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 433.

Wallace, A., & Mishina, L. (2004). Relations Between the use of Puppetry in the Classroom, Student Attention and Student Involvemen. In Brooklyn College.

Walters, L. H., & Corey, G. (2013). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy. In Family Relations (Ninth Edit).

Yuyun, D. H. (2017). Model Problem Based Learning Membangun Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Journal Cakrawala Pendas, 3(9), 57–63.


Article Metrics

Abstract has been read : 2212 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/counsellia.v10i2.7569

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Counsellia is Indexed By:


Counsellia Office:
Universitas PGRI Madiun
Program Studi Bimbingan dan Konseling
 

View Counsellia Stats


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.