Biobriket Limbah Kulit Durian dengan Pencelupan pada Minyak Jelantah

Vita Efelina, Viktor Naubnome, Dessy Agustina Sari

Abstract


Kulit Durian memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan. Isu tersebut menjadi trending topic bidang energi sebagai solusi kelangkaan minyak bumi dan gas. Kandungan selulosa kulit durian mencapai 64,51% menjadi sumber energi biobriket. Kulit durian menjadi salah satu opsi karena komposisi kulitnya mencapai 60-75%. Kulit durian ini mampu memperbesar densitas dan nilai ekonomis produk yang dihasilkan. Lalu, selain menggunakan kulit durian, peneliti juga melakukan penambahan minyak jelantah yang berperan sebagai pelapis biobriket agar produk sulit mengikat air, kadar air menjadi lebih rendah. Penggunaan lem kanji bertujuan untuk menjaga kerapatan briket sehingga produk tidak mudah hancur. Penelitian ini menggunakan proses karbonisasi kulit durian dengan suhu600oC selama 60 menit. Karbon yang terbentuk digerus, lalu saring dengan pengayak ukuran 100 mesh. Nilai kalor paling tinggi sebesar 5673,367 kal/gram dengan perlakuan mencelupkan ke dalam minyak jelantah. Nilai  kadar abu, kadar air, kadar uap dan fix carbon masing-masing adalah 12,90%, 9,37%, 17,79%, dan 59,94%.


Keywords


biobriket, karbonisasi, kulit durian, minyak jelantah

Full Text:

DOWNLOAD PDF

References


American Society for Testing Material. 1990a. ASTM D 2866-94. Standard Test Method For Total ash Content of Activated Carbon. Philadelphia.

American Society for Testing Material. 1990b. ASTM D 5832-98. Standard Test Method For Total ash Content of Activated Carbon. Philadelphia.

Haygreen, J. G., & Bowyer, J. L. (1989). Hasil Hutan dan Ilmu Kayu. (ID): Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Hendra, D. (1999). Bahan baku pembuatan arang dan briket arang. Litbang Hutan. Gunung Batu. Bogor.

Iriany, M. I., Abednego, F. S., & Irvan. (2015). Pengaruh Perbandingan Massa Eceng Gondok Dan Tempurung Kelapa Serta Kadar Perekat Tapioka Terhadap Karakteristik Briket. J. Tek. Kim. USU., 5(1), 20-26.

Nuriana, W., Anisa, N., dan Martana (2013). Karakteristik Biobriket Kulit Durian Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan,” J. Teknol. Ind. Pertan., 23(1), 70-76.

Ridhuan, K., & Suranto, J. (2016). Perbandingan Pembakaran Pirolisis Dan Karbonisasi Pada Biomassa Kulit Durian Terhadap Nilai Kalori. Turbo, 5(1), 50-56.

Sari, E., Praputri, E., Permadi, F., Susanti, O., Neno, Syafitri, E. (2015). Peningkatan Kualitas Biobriket Kulit Durian Dari Segi Campuran Biomassa, Bentuk Fisik, Kuat Tekan Dan Lama Penyalaan. Simposium Nasional RAPI XIV. FT UMS.

Sastrohamidjojo. (2001), Spektroskopi, Liberty, Yogyakarta.

Septhiani, S., & Septiani, E. (2015). Peningkatan Mutu Briket dari Sampah Organik dengan Penambahan Minyak Jelantah dan Plastik High Density Polyethylene (HDPE). J. Kim. Val., 1(2), 91-96.

Standar Nasional Indonesia. 1995. SNI 06-3730-1995. Arang Aktif Teknis. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Wijayanti, D. S. (2009). Karakteristik Briket Arang Dari Serbuk Gergaji Dengan Penambahan Arang Cangkang Kelapa Sawit. Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Pertanian USU, Medan.


Article Metrics

Abstract has been read : 191 times
DOWNLOAD PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/cheesa.v1i2.3035

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:

 

 

Editorial Office:

Universitas PGRI Madiun
Lt.3 Kampus 3 Universitas PGRI Madiun
Jl. Auri no 14-16 Kecamatan Kartoharjo 63117
Kota Madiun
email : cheesa@unipma.ac.id

 
Copyright of CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, ISSN 2614-8757 (Print) 2615-2347 (Online)   
                                                           
                                                                                               Creative Commons License