Sejarah kota pelabuhan Ambon tahun 1602-1942: Dari pelabuhan monopoli menuju kota pelabuhan bebas

La Raman, Suharlin Ode Bau

Abstract


Ambon memiliki peran penting dalam dunia perdagangan Asia.  Pengangkutan pala dari dan ke kepulauan Banda dilakukan pedagang Cina, Arab, India, dan Persia menyebabkan terciptanya Ambon sebagai pelabuhan transit memainkan peran penting dalam dunia perdagangan cengkeh dan pala. Pelabuhan ini menunjukan eksistensinya sejak kehadiran Portugis kemudian dilanjutkan Belanda. VOC memanfaatkan perairan teluk Ambon sebagai pusat konsolidasi armada kapal untuk melancarkan perang terhadap penduduk Ternate, Ambon, dan Banda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika sejarah pelabuhan Ambon tahun 1605-1942. Metode menggunakan sejarah dengan langkah mengumpulkan data yang teliti, melakukan kritisi, menginterpretasi dan menyusun peristiwa sejarah menjadi cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelabuhan Ambon mulai  eksis sebagai kawasan maritim strategis ketika hadirnya orang Portugis dan Belanda. Pasca runtuhnya VOC dan Inggris sempat mengendalikan kekuasaan di Nusantara, pelabuhan Ambon pada 1810 dijadikan sebagai pelabuhan yang terbuka bagi kapal-kapal asing. Tetapi ini tidak bertahan lama, karena masa kekuasaan pemerintah kolonial 1816, kembali menjadi pelabuhan tertutup. Pada masa kekuasaan kolonial pembangunannya mulai dilakukan. Dermaga pelabuhan segera di bangun pada 1817 hingga 1865, kemudian proses perbaikan sarana diteruskan pada 1917. Setelah pembangunan dermaga dan pembentukan maskapai pelayaran KPM, kunjungan kapal-kapal di pelabuhan terus mengalami peningkatan.

Keywords


sejarah; pelabuhan; Ambon

Full Text:

PDF

References


Asba, R. (2007). Kopra Makassar Perebutan Pusat dan Daerah: Kajian Sejarah Ekonomi Politik Regional di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Bleeker, P. (1856). Reis door de Minahasa en den Molukschen Archipel Gedaan in de Maanden September en Oktober 1855 in het Gevolg-van den Gouverneur-Generaal Mr. A.J. Duymaer van Twist. Tweede Deel. Batavia: Lange & Co.

Crab, van der P. (1862). De Moluksche Eilanden : Reis van ZE. Gouverneur Generaal Charles Ferdinand Pahud. Batavia: Lange en Co.

Garraghan, G. J. (1974). A guide to historical method. Michigan: Greenwood Press.

Gottschalk, L. (1975). Mengerti Sejarah. Terjemahan Nugroho Notosusanto. Jakarta: Universitas Indonesia.

Hoevell, W. R. Van. (1856). De Moluksche Eilanden. Zalt-bommel: Joh. Noman en Zoon.

Hot, H. van. (1903). Uit Onze Kolonien Uitvoerig Reisverhaal. Leiden: A.W. Sijhoff.

Jacobs, H. (1985). Ambon as a Portuguese and Catholic Town 1576 – 1605. Neue Zeitschrift Fur Missionswissenschaft, 41(1).

Keuning, J. (2016). Sejarah Ambon Sampai Akhir Abad Ke-17, (terjemahan S. Gunawan). Yogyakarta: Ombak.

Knaap, G. . (1987). Kruidnagelen en Christenen de Verenigde Oost Indische Compagnie en de Bevolking van Ambon 1656-1696. Leiden: KITLV.

Knaap, G. J., & Sutherland, H. (2004). Monsoon Traders: Ships, Skippers and Commodities in Eighteenth-Century Makassar. In Verhandelingen van het Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde ; 224 (Vol. 224). Leiden: KITLV Press.

Lucia, J. (1996). Kota Pelabuhan Ambon 1817-1865: Studi Tentang Perkembangan Kota Pelabuhan. Laporan Penelitian. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Raman, L., Tiwery, S., Tiwery, D., & Kota, S. (1942). Sejarah kota pelabuhan ambon 1500-1942. Ambon. Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku Kementerian Pendididkan dan Kebudayaan.

Stibbe, D. G. en C. S. (1927). Encyclopaedie van Nederlandsch Indië, vijfde deel. ‘s gravenhage: M. Nijhoff.

Sutherland, H., Poelinggomang, E. L., Liebner, H. H., Takashi, S., Velthoen, E. J., Morrell, E., Pradadimara, D., Effendy, M. A. R., Andaya, L. Y., & Idris, S. R. R. (2004). Kontinuitas dan Perubahan Dalam Sejarah Sulawesi Selatan. In Pelayaran dan perdagangan masyarakat Sulawesi Selatan. Yogyakarta: Ombak.

Thorn, W. (2004). The Conquest of Java; Nineteenth-century Java seen through the eyes of a soldier of the British Empire. Singapore: Periplus.

TNI. (1863). Tijdschrift voor Nederlandsch_Indie (TNI) (Jilid 1).

Veth, P. J. (1869). Aadrijkskundige Woordenboek van Nederlandsch Indie. Haarlem: van Kampen.

Wall, V. I. van de. (1922). Het Kasteel Nieuw Victoria ter Hoofdplaat Amboina, Oudheidkundig Verslag. s Gravenhage: Martinus Nijhoff.


Article Metrics

Abstract has been read : 1058 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/ajsp.v13i1.12833

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya Indexed by: 

    

Copyright Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya ISSN 2087-8907 (printed) , ISSN 2052-2857(online)

Lisensi Creative Commons
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya by E-JOURNAL UNIVERSITAS PGRI MADIUN is licensed under a  Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats