TARI KECETAN DALAM TRADISI KEDUK BEJI DESA TAWUN KECAMATAN KASREMAN KABUPATEN NGAWI (MAKNA SIMBOLIS DAN SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL)

Retnaning Tyas Ayu Novitasari, Muhammad Hanif

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolis tari kecetan dan sumber pembelajaran sejarah lokal di Desa Tawun Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu di Desa Tawun Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi yakni Makna simbolis gerakan tari kecetan dan bisa dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Tari kecetan memiliki keunikan dengan menampilkan gerakan tari yang berada di dalam air Sendang Beji. Tari kecetan itu berasal dari kata “Kecet” yang berarti tumit, tumit itulah yang dijadikan sasaran untuk dipukul menggunakan bambu yang dilakukan oleh para pemuda pria. Gerakan tari dimulai dari gerakan rasa syukur terhadap Tuhan YME, kemudian memulai mengerjakan pekerjaan menguras sendang, memukul tumit ke orang lain yang dilakukan oleh pemuda pria serta menggambarkan warga sedang bergotong royong membersihkan Keduk Beji. Tari kecetan dalam tradisi keduk beji dilakukan turun temurun dan dilestarikan masyarakat Desa Tawun sejak jaman dahulu sehingga menjadi aset budaya Kabupaten Ngawi. Tari kecetan tersebut terdapat dalam pembelajaran sejarah lokal pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 4 SD pada kompetensi dasar 1.4. yaitu menghargai keragaman suku bangsa dan budaya setempat (Kabupaten/Kota, Propinsi) serta sudah digunakan dalam ekstrakurikuler dan setiap tahun tari ini dipertunjukkan dalam menyambut hari kemerdekaan. Dampak positif bagi generasi penerus adalah pentingnya mempelajari sejarah dan budaya lokal khususnya di Kabupaten Ngawi. Harapannya adalah mampu melestarikan dan menjaga budaya lokal yang dimiliki daerah tersebut.


Keywords


Tari Kecetan; Makna Simbolis; Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract has been read : 4310 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/ajsp.v7i01.1060

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya Indexed by: 

    

Copyright Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya ISSN 2087-8907 (printed) , ISSN 2052-2857(online)

Lisensi Creative Commons
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya by E-JOURNAL UNIVERSITAS PGRI MADIUN is licensed under a  Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats