Penerapan Model CTL dengan Menggunakan Media Wayang Kulit untuk Meningkatkan Karakter Siswa SDN 02 Winongo Manguharjo Kota Madiun.

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Etik Prasetyowati
Ibadulah Malawi
Muhammad Rifa’i
Muhammad Hanif

Abstract

The aim of this research is to increase the character values of honesty and helpfulness in class IV students in science subjects at SDN 02 Winongo, Manguharjo District, Madiun City in 2023/2024. This research uses a qualitative approach with the type of classroom action research. This action research was carried out in three cycles. Data was collected through tests, observations, interviews and documentation. The data analysis technique in this research is qualitative data analysis.  The data obtained for each cycle is in the form of student activity data and student character assessment data in science learning using the CTL method and shadow puppet media. The research results showed that the use of the CTL method with shadow puppet media can increase the character values of honesty and helpfulness.  This was proven in the first cycle, the average honesty character value was only 62.90, increasing by 17.54% in the second cycle to 73.93. However, this did not meet the KKM 75, so it was continued in cycle III until finally there was an increase of 38.08% to 86.85 for the average honesty character score. Meanwhile, the helpful character in the initial test of cycle I reached an average score of 65.33 and increased by 14.08% to 74.53. Because it had not yet reached the KKM standard, it was continued to cycle III and the results increased 33.02% to 86.90 for the average value of helpfulness.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

  1. Affa Azmi Rahman Nada, dkk, Yosi Wulandari, Iis Suwartini (2021). Praktik Gerakan Sekolah Menyenangkan.
  2. Amalia, M., 2022. Inovasi pembelajaran kurikulum merdeka belajar Di Era Society 5.0 untuk Revolusi Industri 4.0, in: SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA). pp. 1–6.
  3. Anam, K., & Sakiyati, I. D. (2019). Kantin Kejujuran Sebagai Upaya Dalam Pembentukan Karakter. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 13(1), 21. https://doi.org/10.35931/aq.v0i0.130
  4. Arsyad, Azhar. (2009). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  5. Bahri, S., 2021. Peningkatan Kapasitas Guru Di Era Digital Melalui Model Pembelajaran Inovatif Variatif. J. Hurriah J. Eval. Pendidik. Dan Penelit. 2, 93–102
  6. Baidhilah, R., & Mujahidah, N. (2020). Internalisasi Nilai Kejujuran Melalui Kantin Kejujuran (Studi
  7. Pada Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak). AD-DHUHA : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Budaya Islam, 1(2)
  8. Febrianshari dkk, D. (2018). Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter. Jurnal Pemikiran Dan
  9. Pengembangan SD, 6(April), 88–95.
  10. http://journal2.um.ac.id/index.php/jinotep/article/viewFile/2382/1434
  11. Gunarjo, Nursodik. 2011. Wayang Sebagai Media Komunikasi Tradisional dalam Diseminasi Informasi. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik.
  12. Hariandi, A., Puspita, V., Apriliani, A., Ernawati, P., & Nurhasanah, S. (2020). Implementasi Nilai
  13. Kejujuran Akademik Peserta Didik Di Lingkungan Sekolah Dasar. NUR EL-ISLAM : Jurnal
  14. Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 7(1), 52–66. https://doi.org/10.51311/nuris.v7i1.143
  15. Ibda, H., 2022. Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Era Digital. CV. Pilar Nusantara.
  16. Isniarni. (2018). Peningkatan Keterampilan Menulis Pantun dan Syair Dengan Model Contextual
  17. Teaching And Learning Siswa Kelas V Mi Ma’arif Candran Godean. Pendidikan Dasar Islam, 01: 3.
  18. Julia, P., & Ati. (2019). Peranan Guru Dalam Meningkatkan Nilai Karakter Disiplin Dan Kejujuran Siswa Di SD Unggul Lampeunerut. Jurnal Dedikasi Pendidikan, 3(2), 185–195
  19. Komalasari, Kokom. (2017). Pembelajaran kontekstual: konsep dan aplikasi. Bandung: Refika Aditama.
  20. Mudlofir dan Rusydiyah. 2016. Desain Pembelajaran Inovatif Dari Teori Ke Praktik.
  21. Depok: Rajagrafindo Persada
  22. Mulyana, M.(2018). Pendidikan Karakter dalam Wayang Kulit : Sarana Pembinaan Budi Pekerti. Jurnal IKADBUDI, 7(Agustus), 47-53. Google Schola
  23. Permana, E. P., Wiguna, F. A., & Rosalia, N. D. (2019). Pengembangan Permainan Berlandaskan Nilai Karakter Keindonesiaan pada Siswa Sekolah Dasar.PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran,5(1), 99-107. https://doi.org/10.29407/pn.v5i1.13857
  24. Putra, Sitiatava Rizema. (2015). Desain belajar mengajar kreatif berbasis sains. Yogyakarta: Diva Press.
  25. Putry, R. (2019). Nilai Pendidikan Karakter Anak Di Sekolah Perspektif Kemendiknas. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 4(1), 39.
  26. https://doi.org/10.22373/equality.v4i1.4480
  27. Rusman. (2018). Model-model pembelajaran. Depok: Raja Grafindo Persada.
  28. Suwartini, S. (2017). Pendidikan Karakter dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Keberlanjutan. Trihayu: Jurnal Pendidikan ke SD an, 4(1), 220–234.
  29. https://media.neliti.com/media/publications/259090-pendidikan-karakter-danpembangunan-sumb-e0cf1b5a.pdf
  30. Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara