PEMBELAJARAN SASTRA YANG KONTEKSTUAL DENGAN MENGADOPSI CERITA RAKYAT AIR TERJUN SEDUDO DI KABUPATEN NGANJUK

Ermi Adriani Meikayanti

Abstract


Pembelajaran cerita rakyat di sekolah-sekolah yang tidak kontekstual atau tidaksesuai latar tempat maupun kondisi siswa. Guru seharusnya memberikan cerita rakyat yang sesuai konteks siswa tersebut belajar.Hal ini ditemukan pada pengajaran sastra cerita rakyat pada salah satu sekolah di Nganjuk.Kenyataan yang terjadi adalah bukan cerita rakyat dari Nganjuk yang diberikan pada siswa melainkan cerita rakyat dari daerah lain. Tiga aspek yang tidak boleh dilupakan jika ingin memilih bahan pengajaran sastra yang tepat.Ketiga aspek itu adalah bahasa, kematangan jiwa (psikologi) siswa, dan latar belakang kebudayaan siswa.Latar belakang kebudayaan siswa ini cocok dengan cerita rakyat penelitian ini karena sumber cerita berada di Nganjuk.Pembelajaran sastra cerita rakyat Air Terjun Sedudo (Ki Ageng Liman/ Ngliman) di Kabupaten Nganjuk ini dirasa cocok untuk tingkat SMA dibandingkan tingkat SD dan SMP yang memang sudah ada pembelajaran sastra cerita rakyat. Hal ini karena muatan ceritanya yang kompleks sehingga akan kesulitan diberikan kepada siswa SMP apalagi siswa SD untuk memahaminya. Selain itu, muatan cerita rakyat untuk SD dan SMP cenderung pada dongeng.cerita rakyat Air Terjun Sedudo (Ki Ageng Liman/ Ngliman) di Kabupaten Nganjuk dapat digunakan sebagai pembelajaran bahasa juga pembelajaran sastra pada pelajaran bahasa Indonesia. Selain berguna untuk pelajaran bahasa Indonesia juga berguna untuk mata pelajaran lain seperti pelajaran IPS khususnya sejarah, sosiologi, dan antropologi dengan sudut pandang/ kajian yang berbeda.Cerita rakyat layak untuk menjadi sumber pembelajaran bagi peserta didik karena dapat mendapat pengetahuan, menumbuhkan rasa bangga dan menjaga kelestarian cerita rakyat tersebut agar tidak lenyap tergeser oleh zaman.

Kata Kunci: Cerita Rakyat, Pembelajaran Sastra


Full Text:

PDF

References


Atik Catur Budiati. 2009. Sosiologi Kontekstual untuk SMA & MA kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Harimintadji dkk. 1994. Nganjuk dan Sejarahnya. Jakarta: Pustaka Kartini.

Harmadi dan SW. Warsito. 2009. Wewaler Ki Ageng Ngliman. Nganjuk: Ulul Albab Press.

Koentjaraningrat. 1985. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

_______. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Rahmanto, B. 1988.Metode Pengajaran Sastra. Yog


Article Metrics

Abstract has been read : 273 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/widyabastra.v1i1.1156

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Widyabastra



Creative Commons License
Widyabastra by http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/widyabastra is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View Widyabastra Stats