Nilai Budaya Ritual Perang Topat Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar

Arif Widodo

Abstract


Lombok Barat memiliki keragaman budaya yang sangat tinggi. Berbagai macam suku, agama dan budaya hidup berdampingan di Lombok Barat. Salah satu bentuk budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat Lombok Barat adalah ritual Perang Topat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai budaya ritual Perang Topat sebagai sumber pembelajaran IPS di sekolah dasar. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan etnometodologi. Pendekatan etnometodologi digunakan untuk menggali, menjelaskan memahami, dan menguraikan nilai-nilai budaya yang terdapat pada ritual Perang Topat. Tahapan dalam penelitian ini antara lain: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data melalui observasi dan studi kepustakaan. Analisis data menggunakan model analisis tema Spradley. Analisis dilakukan bersama-sama dengan pengumpulan data. Tahapan analisisnya adalah analisis domein, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema kultural. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini antara lain: nilai-nilai apa saja yang terdapat pada ritual Perang Topat? Apakah nilai budaya ritual Perang Topat relevan dengan KI/KD atau tema pembelajaran IPS di sekolah dasar? apa saja topik pembelajaran yang relevan dengan nilai budaya ritual Perang Topat? Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam ritual Perang Topat antara lain: nilai kompromi, nilai religius, nilai historis, nilai kebersamaan dan persamaan derajat, nilai gotong royong, nilai musyawarah dan kekeluargaan, serta nilai toleransi. Nilai-nilai budaya dalam ritual tersebut relevan dengan topik pembelajaran IPS di kelas IV dan VI. Topik pembelajaran yang relevan dengan nilai budaya ritual Perang Topat antara lain tema 1 “indahnya kebersamaan”, tema 7 “indahnya keragaman di Negeriku” dan tema 8 “daerah tempat tinggalku” yang terdapat di kelas IV serta tema 2 “persatuan dalam perbedaan” di kelas VI.


Keywords


ritual perang topat; sumber belajar; IPS SD

Full Text:

PDF

References


Acim, S. A., & Yaqinah, S. N. (2019). Nilai Kearifan Lokal pada Implementasi Komunikasi Antarbudaya dalam Tradisi Perang Topat di Lingsar, Lombok Barat. Lentera, 3(2), 95–116.

Bahri, S. (2018). The Comparative Study On Sasak and Samawa Folktales: Understanding The People Of Sasak and Samawa. MABASAN, 12(2), 167–184.

Bakker SJ, J. W. M. (1984). Filsafat Kebudayaan: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius.

Gunawan, R. (2016). Pendidikan IPS: Filosofi, Konsep dan Aplikasi (3rd ed.). Bandung: Alfabeta.

Hanif, M. (2016). Kesenian Dongkrek (Studi Nilai Budaya Dan Potensinya Sebagai Sumber Pendidikan Karakter). Gulawentah:Jurnal Studi Sosial, 1(2), 132-141.

Jayadi, S., Demartono, A., & Kartono, D. T. (2017). Interaksi Sosial Umat Hindu dan Muslim dalam Upacara Keagamaan dan Tradisi Perang Topat di Lombok. Jurnal Analisa Sosiologi, 6(2), 54–63.

Kusumawati, H. (2017). Indahnya Keragaman di Negeriku (4th ed.; M. Khairiyah, Rahmat, A. R. Wulan, P. Rahmawaty, B. Prihadi, W. Pekerti, &

Suharji., eds.). Retrieved from https://epaper.myedisi.com/bse/70544/docs/2018-BUKU-SISWA-Tema-7-70544.pdf?reload=1568879686189

Larasati, D. (2019). Dampak Pembangunan Srambang Park Ngawi Terhadap Kehidupan Ekonomi Masyarakat Dan Potensinya Sebagai Sumber Materi Pembelajaran IPS SD. Gulawentah:Jurnal Studi Sosial, 4(1), 13. https://doi.org/10.25273/gulawentah.v4i1.4864

Marjan, & Hariati, S. (2018). Tradisi Perang Topat Sebagai Akulturasi Agama dan Budaya (Masyarakat Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat). Jatiswara, 33(1), 1–8. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/jatiswara.v33i1.157

Mendikbud. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018. , mendikbud § (2018).

Mintosih, S., Lestarining, A. D., & Herliswani. (1999). Pengkajian Nilai Budaya Naskah Babad Lombok Jilid 1. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Moleong, L. J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif (26th ed.). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Paramita, E. P., & Suadnya, I. W. (2018). Analisis Kritis Penyebab Konflik Dalam Kelompok Masyarakat Kota Mataram Ditinjau Dari Perspektif Komunikasi. Media Bina Ilmiah, 12(9), 331–336. Retrieved from http://ejurnal.binawakya.or.id/index.php/MBI/article/viewFile/57/pdf

Prastowo, Andi. (2015). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif Menciptakan Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Diva Press.

Rosyadi, Mintosih, S., & Soeloso. (1995). Nilai-nilai Budaya dalam Naskah Kaba Anggun Nan Tungga Si Magek Jabang Episode : Ke Balai Nan Kodo Baha. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Ruslan, S. (2019). Rekonstruksi Rumah Majapahit di Desa Bejijong Sebagai Sarana Edukasi Pendidikan IPS. Gulawentah:Jurnal Studi Sosial, 4(1), 56. https://doi.org/10.25273/gulawentah.v4i1.5033

Sapriya. (2017). Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran (8th ed.). Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Sarpin, & Pramunarti, A. (2017). Upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi Perang Topat sebagai simbol persaudaraan umat Islam dan Hindu di desa Lingsar kecamatan Lingsar kabupaten Lombok Barat. Historis, 2(2), 24–28.

Suadnya, I. W., & Paramita, E. P. (2018). Ritual Perang Topat Sebagai Strategi Komunikasi Dalam Menjaga Kebhinekaan : Lessons Learnt dari Tradisi Suku Sasak dan Bali Di Pulau Lombok. JCommsci - Journal of Media and Communication Science, 1(1). https://doi.org/10.29303/jcommsci.v1i1.6

Sugiyono. (2008). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfa Beta.

Suprapto. (2017). Sasak muslims and interreligious harmony: Ethnographic study of the perang topat festival in Lombok - Indonesia. Journal of Indonesian Islam, 11(1), 77–98. https://doi.org/10.15642/JIIS.2017.11.1.77-98

Susanto, A. (2014). Pengembangan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar (1st ed.). Jakarta: Prenadamedia Group.

Sutrisno, M., & Putranto, H. (2005). Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Team Berugaq Institute. (2015). SASAK; Siapa, Bagaimana, dan Mau Ke Mana? (I. M. Salimudin & M. S, eds.). Retrieved from https://www.academia.edu/28924087/SASAK_Siapa_Bagaimana_dan_Mau_Ke_Mana

Tumini, T. (2019). Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar dengan Multimedia pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Gulawentah:Jurnal Studi Sosial, 4(2), 93. https://doi.org/10.25273/gulawentah.v4i2.5556

Widodo, A., Akbar, S., & Sujito, S. (2017). Analisis nilai-nilai falsafah Jawa dalam buku pitutur luhur budaya Jawa karya Gunawan Sumodiningrat sebagai sumber belajar pada pembelajaran IPS. Jurnal Penelitian Dan Pendidikan IPS (JPPI), 11(2), 152–179. Retrieved from http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JPPI/article/download/1887/1489/

Widodo, A., Husniati, H., Indraswati, D., Rahmatih, A. N., & Novitasari, S. (2020). Prestasi belajar mahasiswa PGSD pada mata kuliah pengantar pendidikan ditinjau dari segi minat baca. Jurnal Bidang Pendidikan Dasar, 4(1), 26–36. https://doi.org/https://doi.org/10.21067/jbpd.v4i1.3808

Widodo, A., Indraswati, D., Radiusman, R., Umar, U., & Nursaptini, N. (2019). Analisis Konten HOTS dalam Buku Siswa Kelas V Tema 6 “ Panas dan Perpindahannya ” Kurikulum 2013. Madrasah: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 12(1), 1–13. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.18860/mad.v12i1.7744

Widodo, A., Indraswati, D., & Sobri, M. (2019). Analisis Nilai-Nilai Kecakapan Abad 21 dalam Buku Siswa SD/MI Kelas V Sub Tema 1 Manusia dan Lingkungan. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 8(2), 125. https://doi.org/10.18592/tarbiyah.v8i2.3231

Wirata I, W. (2015). Inter-cultural Communication between Local Hindu and Islamic Community in Perang Topat Ceremony in Lingsar Temple, Narmada District, Lombok. Indan Journal of Arts, 5(13), 7–10. Retrieved from www.discovery.org.inhttp://www.discovery.org.in/ija.htm

Wiwik Pertiwi, Hartati, Pananrangi Hamid, A. (1998). Kajian Nilai Budaya Naskah Kuna Mapalina Sawerigading Ri Saliweng Langi. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Yasa, I. M. A. (2020). Upacara Perang Topatdi Pura Lingsar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Media Bina Ilmiah, 14(9), 3179–3190. Retrieved from http://ejurnal.binawakya.or.id/index.php/MBI/article/view/499/pdf


Article Metrics

Abstract has been read : 345 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/gulawentah.v5i1.6359

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Office:
Pascasarjana Universitas PGRI Madiun

Jl. Setiabudi No. 85 Kota Madiun 63118
email : gulawentah@unipma.ac.id

 


web
analytics
Gulawentah My Stats