Wujud Penanaman Nilai Pancasila pada Komunitas “Amak-Arak” Kampung Islam Kepaon

RIZA WULANDARI

Abstract


Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan pilar kebangsaan Indonesia. Ironi yang terjadi masyarakat saat ini sudah mulai luntur dalam merawat nilai nilai Pancasila dan Kebhinekaan akibat kemajuan teknologi dan ruang lingkup yang semakin modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan perwujudan generasi muda Kampung Islam Kepaon dalam merawat nilai-nilai Pancasila di era digitalisasi. Metode kualitatif jenis studi kasus digunakan dalam menganalisa permasalahan dengan pisau asah Fungsionalisme Struktural milik Talcott Parson. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik sebuah garis benang merah yaitu penanaman nilai Pancasila yang terkadung pada Komunitas Amak-Arak di Kampung Islam Kepaon adalah pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dimana implementasi nilai yang terjadi adalah adanya toleransi, kebersamaan, kesatuan dalam setiap kegiatan yang melibatkan dua komunitas berlatar belakang agama yang berbeda. Kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama dan melibatkan satu sama lain adalah seperti Tradisi Ngejot, perayaan Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam dan Hari Raya Nyepi, Galungan dan Kuningan pada umat Hindu. Sikap kebersamaan yang dijalankan mampu menciptakan perwujudan dari sila ketiga yakni Persatuan Indonesia

Keywords


penanaman nilai Pancasila; komunitas Amak-Arak; kampung Islam Kepaon

Full Text:

PDF

References


Damayana, W. (2011). Menyama Braya: Studi Perubahan Masyarakat Bali. Salatiga: Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana.

Kusumohamidjojo, B. (2000). Kebhinnekaan Masyarakat Indonesia: Suatu Problematik Filsafat Kebudayaan. Jakarta: Grasindo

Kymlicka, W. (2003). Kewarganegaraan Multikultural. Jakarta: LP3ES.

Miles, B. Mathew dan Michael Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP.

Nasikun. (2007). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Rajagrafindo Persada

Peraturan Daerah Propinsi Bali Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepariwisataan Budaya Bali

Ritzer, G. dan Goodman, D.J. (2011). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana

Santoso, A. (2012). www.wordpress.Com. Retrieved 2011

Swastiwi, A.W. (2010). Toponomi Daerah Natuna. Tanjung Pinang: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjung Pinang.

Yaqin, M.A. (2005). Pendidikan Multikultur. Yogyakarta: Pilar Media.


Article Metrics

Abstract has been read : 125 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/gulawentah.v3i2.1767

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Office:
Pascasarjana Universitas PGRI Madiun

Jl. Setiabudi No. 85 Kota Madiun 63118
email : gulawentah@unipma.ac.id

 


web
analytics
Gulawentah My Stats