IMPLEMENTASI ASSESMEN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI

Syari’ati Masyithoh

Abstract


Abstrak  Pendidikan anak usia dini memiliki prinsip dalam pembelajaran yaitu bermain sambil belajar. PAUD memiliki kekhususan dalam proses asesmen. Proses asesmen merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Asesmen bersifat menyeluruh (holistik) yang mencakup semua aspek perkembangan anak usia dini. Agar tujuan asesmen dapat tercapai, hendaknya pendidik memiliki pengetahuan tentang berbagai teknik penilaian. Teknik asesmen di PAUD antara lain observasi, unjuk kerja, hasil kerja, dan anecdote. Asesmen pada anak usia dini mencakup semua aspek perkembangan yang disesuaikan dengan tujuan, proses pembelajaran, serta pengalaman belajar anak. Asesmen dapat dijadikan sebagai alat untuk mendeteksi sejak dini ketika ada anak yang mengalami permasalahan dalam perkembangan, sehingga akan memperoleh penangan sejak dini. Permasalahan perkembangan kognitif anak usia dini seperti gangguan persepsi, kerusakan otak, fungsi minimal otak, disleksia, dan aphasia. Implementasi asesmen khususnya pada perkembangan kognitif tidak untuk mengukur tingkat prestasi anak, melainkan untuk melihat tingkat kemampuan, kinerja, dan penampilan yang telah dilakukan secara otentik dan kontinyuitas.

Abstract Early childhood education has a principle in learning that is playing while learning. PAUD is specialized in the assessment process. The assessment process is an integral part of the learning process. Assessment is comprehensive (holistic) that covers all aspects of early childhood development. In order for the assessment objectives to be achieved, educators should have knowledge of various assessment techniques. Assessment techniques in PAUD include observation, performance, work results, and anecdote. Assessment of early childhood includes all aspects of development that are tailored to the goals, learning process, and children's learning experience. Assessment can be used as a tool to detect early when there are children who experience problems in development, so that they will get an early handler. Problems with early childhood cognitive development such as perceptual disorders, brain damage, minimal brain function, dyslexia, and aphasia. The implementation of assessments specifically on cognitive development is not to measure the level of achievement of children, but to see the level of ability, performance, and appearance that has been done authentically and continuity.


Keywords


asesmen ; kognitif ; anak usia dini ; assessment ; cognitive ; early childhood

Full Text:

PDF

References


-, Anak kesulitan membaca = disleksia? Ini yang harus Parents lakukan untuk membantunya, diakses dari https://id.theasianparent.com/ketah ui-tentang-disleksia, pada tanggal 19 Mei 2019, Pukul 14.25 WIB.

-. 2010. Pedoman Pembelajaran Pengembangan Kognitif Taman Kanak-Kanak Jakarta: Dirjen Manjemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan TK dan SD. Enah Suminah, dkk. 2015. Pedoman Penilaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. Miles, B. Mathew dan Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP. Nita, Anak Dengan Masalah Perkembangan Kognitif, diakses dari htpp://www.scribd.com/doc/178867 281/Anak-Dengan-MasalahPerkembangan-Kognitif, pada tanggal 14 Maret Pukul 14.25. Permendikbud No. 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Rasyid Harun, dkk. 2009. Asesmen Perkembangan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Multi Pressindo.


Article Metrics

Abstract has been read : 223 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

JURNAL CARE by
E-JOURNAL UNIVERSITAS PGRI MADIUN is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats