KEBERLANJUTAN WIRAUSAHA UMKM PETERNAK SAPI DENGAN PENGENDALIAN KUALITAS
DOI:
https://doi.org/10.25273/kaizen.v6i1.16355Keywords:
Entrepreneurship, Quality Control, Six Sigma, SMESAbstract
Most of the population in Pujon District, Malang Regency are smallholder farmers for dairy cattle. This business is very promising because of the availability of abundant natural resources. The main problem in increasing livestock productivity is the difficulty in providing feed on an ongoing basis both in quantity and quality. The quality of cow's milk produced from this business is highly dependent on the quality of animal feed. In supporting the growth and development of livestock, the animal feed industry is an industry that is needed in the region. The SAE Pujon Cooperative is one of the MSMEs that produces fodder to meet the needs of cattle breeders in terms of fodder. The problem that sometimes occurs is the presence of animal feed products that do not meet the standards. At the SAE Pujon Cooperative MSME scale, quality control methods have never been applied. This is due to the inadequate level of knowledge of cooperative managers regarding quality control of animal feed products. For that we need an analysis of the factors that cause products that do not meet the standards. This study aims to determine the characteristics of Critical to Quality (CTQ) in cattle feed products to obtain information about the factors affecting production quality and alternative solutions to improve product quality. The method used in this study is Six Sigma by applying quality control tools. Prior to conducting an analysis of quality control with six sigma, the SAE Pujon Cooperative had not been able to carry out an analysis related to quality problems and prevention in a preventive form. It is hoped that with this quality control analysis, the quality control system at the SAE Pujon Cooperative can be compiled using a more systematic method. Critical to Quality (CTQ) that occurs in the process of making cattle feed is an inhomogeneous product, bad smell and damaged packing. As a complementary conclusion from this study it was found that in the production process a sigma capability value of 3.10 was obtained, this indicates that the capability of the process of making cattle feed still needs to be improved. So that if the company controls the quality of its products, then the needs of cattle breeders in terms of the quality of their fodder will be fulfilled. In the end this will maintain the sustainability of cattle breeders in entrepreneurship.
Â
Keywords: Entrepreneurship, Quality Control, Six Sigma, SMES
Â
ABSTRAKÂ
Sebagian besar penduduk di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang merupakan peternak rakyat untuk komoditas sapi perah. Usaha ini sangat menjanjikan karena ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Masalah utama dalam peningkatan produktivitas ternak adalah sulitnya menyediakan pakan secara berkesinambungan baik jumlah maupun kualitasnya. Kualitas susu sapi yang dihasilkan dari usaha ini sangat tergantung pada kualitas pakan ternak. Dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan ternak, industry pakan ternak merupakan industry yang diperlukan di wilayah tersebut. Â Koperasi SAE Pujon adalah salah satu UMKM yang memproduksi makanan ternak untuk memenuhi kebutuhan para peternak sapi dalam hal makanan ternaknya. Permasalahan yang kadangkala terjadi adalah adanya produk pakan ternak yang belum memenuhi standard. Pada skala UMKM Koperasi SAE Pujon, penerapan metode pengendalian kualitas belum pernah dilakukan. Hal ini disebabkan tingkat pengetahuan dari pengelola koperasi tentang pengendalian kualitas dari produk pakan ternak yang belum memadai. Untuk itu diperlukan sebuah analisis terhadap faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya produk yang belum memenuhi standard. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Critical to Quality (CTQ) pada produk pakan ternak sapi sehingga diperoleh informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produksi serta alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas produknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma dengan menerapkan alat pengendalian kualitas. Sebelum dilakukan analisis pengendalian kualitas dengan six sigma, Koperasi SAE Pujon belum dapat melakukan analisis terkait permasalahan kualitas serta pencegahan dalam bentuk preventif. Harapannya dengan adanya analisis pengendalian kualitas ini, system pengendalian kualitas di Koperasi SAE Pujon dapat disusun dengan metode yang lebih sistematis. Critical to Quality (CTQ) yang terjadi pada proses pembuatan pakan ternak sapi adalah produk tidak homogen, bau tidak sedap dan packing rusak. Sebagai simpulan pelengkap dari penelitian ini adalah ditemukan bahwa dalam proses produksi diperoleh nilai kapabilitas sigma sebesar 3.10, hal ini menunjukkan bahwa kapabilitas proses pembuatan pakan ternak sapi ini masih perlu ditingkatkan lagi. Sehingga apabila perusahaan melakukan pengendalian kualitas produknya, maka kebutuhan para peternak sapi dalam hal kualitas makanan ternaknya akan terpenuhi. Pada akhirnya hal ini akan menjaga keberlanjutan peternak sapi dalam berwirausaha.
Â
Kata kunci:Â Kewirausahaan, Pengendalian Kualitas, Six Sigma, UMKM
Downloads
References
Anindito Sujiwo, “Analisis Produksi Susu Pada Peternak Sapi Perah Anggota Koperasi SAE Pujon (Studi kasus Pada Koperasi SAE Pujon Di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang),†Universitas Brawijaya, 2011. [Online]. Available: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/105619/
N. Arrum, “Analisis Kelayakan Produk Baru Complete-Feed Di Unit Pakan Ternak Koperasi Sae Pujon,†Universitas Brawijaya, 2017. [Online]. Available: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/145565/
P. Riski, B. P. Purwanto, and A. Atabany, “Produksi dan Kualitas Susu Sapi FH Laktasi yang Diberi Pakan Daun Pelepah Sawit,†J. Ilmu Produksi dan Teknol. Has. Peternak., vol. 4, no. 3, pp. 345–349, 2016, doi: 10.29244/jipthp.4.3.345-349.
S. H. Sitindaon, “Inventarisasi Potensi Bahan Pakan Ternak Ruminansia Di Provinsi Riau,†J. Peternak. Vol Februari, vol. 10, no. 1, pp. 18–23, 2013.
N. Ali, B. M. We Tenrigading, I. Susanti, S. Nuraliah, and A. Jamal, “Uji Kualitas Fisik Kukis Pakan Ternak Dengan Level Penggunaan Jerami Padi fermentasi Yang Berbeda,†AGROVITAL J. Ilmu Pertan., vol. 7, no. 1, p. 58, 2022, doi: 10.35329/agrovital.v7i1.2915.
S. U. Marhamah, T. Akbarillah, and H. Hidayat, “Kualitas Nutrisi Pakan Konsentrat Fermentasi Berbasis Bahan Limbah Ampas Tahu dan Ampas Kelapa Dengan Komposisi yang Berbeda Serta Tingkat Akseptabilitas Pada Ternak Kambing,†J. Sain Peternak. Indones., vol. 14, no. 2, pp. 145–153, 2019, doi: 10.31186/jspi.id.14.2.145-153.
D. dan K. H. Peternakan, “Pentingnya kontrol kualitas bahan pangan.â€
A. Nugroho and L. H. Kusumah, “Analisis Pelaksanaan Quality Control untuk Mengurangi Defect Produk di Perusahaan Pengolahan Daging Sapi Wagyu dengan Pendekatan Six Sigma,†J. Manaj. Teknol., vol. 20, no. 1, pp. 56–78, 2021, doi: 10.12695/jmt.2021.20.1.4.
Syahrum and Salim, “Metodologi Penelitian Kuantitatif.†p. Bandung : Cipustaka Media, 2012.
M. H. Fendy Kussuma, U. Wiwi, and K. Kunci, “ANALISIS KUALITAS PRODUK PAKAN TERNAK DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA (Tbk),†Jtm, vol. 02, pp. 54–62, 2014.
D. Hartanto, “Analisis pengendalian kualitas kain selimut dengan metode cause effect dan diagram pareto pada departemen weaving di perusahaan Kapas Putih Klaten,†Universitas Sebelas Maret, 2010.
D. Rimantho and D. M. Mariani, “Penerapan Metode Six Sigma Pada Pengendalian Kualitas Air Baku Pada Produksi Makanan,†J. Ilm. Tek. Ind., vol. 16, no. 1, p. 1, 2017, doi: 10.23917/jiti.v16i1.2283.
V. Gasperz, Implementasi Program Six Sigma. PT. Gramedia Pustaka Utama, 2022.
N. Kadek and R. Sari, “ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI PIE SUSU PADA PERUSAHAAN PIE SUSU BARONG DI KOTA DENPASAR Fakultas Ekonomi dan Bisnis , Universitas Udayana , Bali , Indonesia A vol. 7, no. 3, pp. 1566–1594, 2018.
A. M. Sihombing, “Laporan Praktik Kerja Lapangan Pada Divisi Purchasing PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Bogasari Flour Mills,†2017.
Downloads
Published
Issue
Section
License
With the receipt of the article by KAIZEN Editorial Board and the decision to be published, the copyright regarding the article will be transferred to KAIZEN Journal.
KAIZEN has the right to multiply and distribute the article and every author is not allowed to publish the same article that was published in this journal.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Under the following terms:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
NonCommercial — You may not use the material for commercial purposes.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.