Efektivitas Ekstrak Daun Andong Merah (Cordyline fruticosa (L) A. Cheval) Secara Topikal Terhadap Penyambuhan Luka Pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus)

Alfinda Dwi Aprillyanti, Antonius Budiawan, Christianto Adhy Nugroho

Abstract


Daun andong merah (Cordyline fruticosa (L) A. Cheval) memilik khasiat sebagai obat yang bekerja dalam proses penyembuhan luka. Flavonoid yang terkandung dalam tanaman andong merah bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Tannin bersifat adstringen yang dapat menciutkan pori-pori kulit, memperkeras kulit, dan menghentikan perdarahan ringan. Saponin berkhasiat sebagai pembersih dan antiseptik yang dapat membantu dalam mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas dan konsentrasi ekstrak daun andong merah (Cordyline fruticosa (L) A. Cheval) yang paling efektif secara topikal terhadap penyembuhan luka pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Hewan uji pada penelitian ini diinduksi menggunakan biopsy punch dengan diameter 8 mm. Adapun kelompok penelitian ini kelompok kontrol negatif (aquades), kelompok kontrol positif (povidone iodine solution), kelompok perlakuan ekstrak konsentrasi 15%, dan kelompok perlakuan ekstrak konsentrasi 30%. Parameter dalam penelitian ini yaitu diameter penyembuhan luka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun andong merah (Cordyline fruticosa (L) A. Cheval) efektif dalam penyembuhan luka dan konsentrasi ekstrak daun andong merah (Cordyline fruticosa (L) A. Cheval) yang paling efektif secara topikal terhadap penyembuhan luka pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) yaitu konsentrasi 30%.


Keywords


andong merah; Cordyline fruticosa [L.] A. Cheval; penyembuhan luka; kelinci

Full Text:

PDF

References


Aponno, J. V, Yamlean, P. V. Y., & Supriati, H. S. (2014). Uji Efektivitas Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava Linn) terhadap Penyembuhan Luka yang Terinfeksi Bakteri Staphylococcus aureus pada Kelinci (Orytolagus cuniculus). Pharmacon, 3(3), 279–286.

Asih, A. (2014). Antihelmintik Infusa Daun Andong (Cordyline fruticosa) terhadap Ascaridia galli secara In vitro. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Biharee, A., Sharma, A., Kumar, A., & Jaitak, V. (2020). Antimicrobial Flavonoids as a Potential Substitute for Overcoming Antimicrobial Resistance. Fitoterapia, 146(June), 104720. https://doi.org/10.1016/j.fitote.2020.104720

Grada, A., Mervis, J., & Falanga, V. (2018). Research Techniques Made Simple: Animal Models of Wound Healing. Journal of Investigative Dermatology, 2018(138), 2095–2105. https://doi.org/10.1016/j.jid.2018.08.005

Kartikasari, D., Justicia, A. K., & Endang, P. (2019). Penentuan Kadar Flavonoid Total pada Ekstrak Etanol Daun Andong Merah dan Daun Andong Hijau. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 2(1), 108–117.

Lepelletier, D., Maillard, J. Y., Pozzetto, B., & Simon, A. (2020). Povidone Iodine: Properties, Mechanisms of Action, and Role in Infection Control and Staphylococcus aureus Decolonization. Antimicrobial Agents and Chemotherapy, 64(June), 1–13. https://doi.org/https://doi.org/10.1128/AAC .00682-20

Mukhriani. (2011). Ekstraksi, Pemisahan Senyawa, dan Identifikasi Senyawa Aktif. Jurnal Kesehatan, 7(2), 361–367.

Niedner, R. (1997). Cytotoxicity and Sensitization of Povidone-Iodine and Other Frequently Used Anti-Infective Agents. Dermatology, 195(2), 89–92.

Nugroho, A. (2017). Buku Ajar: Teknologi Bahan Alam. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.

Prasongko, E. T., Lailiyah, M., & Muzayyidin, W. (2020). Formulasi dan Uji Efektivitas Gel Ekstrak Daun Kedondong (Spondias dulcis F.) terhadap Luka Bakar pada Tikus Wistar (Rattus novergicus). Jurnal Wiyata, 7(1), 27–36.

Pusparini, G., Desnita, E., & Edrizal. (2018). Pengaruh Ekstrak Daun Andong Merah (Cordyline fruticosa (L) A. Chev) Terhadap Kecepatan Penutupan Luka Secara Topikal Pada Mencit Putih (Mus musculus). B-Dent Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, 3(1), 59–67. https://doi.org/10.33854/JBDjbd.39

Reiner, E. J., Jobst, K. J., Megson, D., & Dorman, F. L. (2014). Analytical Methodology of POPs. In G. O’Sullivan & C. Sandau (Eds.), Environmental Forensics for Persistent Organic Pollutants (pp. 59–139). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-444-59424-2.00003-7

Ruswanti, E. O., Cholil, & Sukmana, B. I. (2014). Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya) 100% terhadap Waktu Penyembuhan Luka. Dentino, 2(2), 163–167.

Sari, L. O. R. K. (2006). Pemanfaatan Obat Tradisional dengan Pertimbangan Manfaat dan Keamanannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, III(1), 1–7.

Scalbert, A. (1991). Antimicrobial Properties of Tannins. Phytochemistry, 30(12), 3875–3883.

Suarsana, I. N., Kumbara, A. A. N. A., & Satriawan, I. K. (2015). Tanaman Obat Sembuhkan Penyakit Untuk Sehat. (I. N. G. Antara, Ed.). Denpasar: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana.

Syarif, A., Gayatri, A., Estuningtyas, A., Setiawati, A., Muchtar, H. A., Arif, A., … Sadikin, Z. D. (2016). Farmakologi dan Terapi (Edisi 6). Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Wahyudi, I. A., Magista, M., & Angel, M. (2013). Efektivitas Penggunaan Saliva Dibandingkan Povidin-Iodin 10 % terhadap Penyembuhan Luka pada Kutaneus Tikus Sprague Dawley. Insisiva Dental Journal, 2(1), 1–12. https://doi.org/doi.org/10.18196/di.v2i1.551


Article Metrics

Abstract has been read : 974 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/pharmed.v4i2.9708

Refbacks

  • There are currently no refbacks.