KONSTRUKSI ISLAM EKOLOGIS DALAM KELOMPOK NASIONALIS RELIGIUS: KEBERAGAMAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN RAKYAT AL-AMIN SUMBER PUCUNG KAB. MALANG

Mohammad Miftahusyai’an, Galih Puji Mulyoto

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Mendeskripsikan dan menganalisis proses adaptasi nilai-nilai nasionalis dan religius dari Pondok Pesantren Rakyat al-Amin Sumber Pucung Kab. Malang dalam pada masyarakat sekitarnya. 2) Mendeskripsikan dan menemukan pola dan integrasi nilai-nilai nasionalis dan religius dari Pondok Pesantren Rakyat al-Amin Sumber Pucung Kab. Malang dalam pada masyarakat sekitarnya sehingga mampu membentuk konstruksi Islam ekologis.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data merupakan proses menyusun, mengkategorikan dan mencari pola atau tema melalui penemuan-pertanyaan (question-discovery) mengenai Islam Ekologis dalam masyarakat nasionalis religius di Pondok Pesantren Rakyat al-Amin Sumber Pucung Kab. Malang.Hasil penelitian menunjukkan 1) Proses adaptasi nilai-nilai nasionalis dan religius dari Pondok Pesantren Rakyat al-Amin Sumber Pucung Kab. Malang pada masyarakat sekitarnya dilakukan dengan mengutamakan cinta tanah air merupakan sesuatu yang tidak tergantikan pada diri setiap anak bangsa. 2) Pemeliharaan pola Pondok Pesantren Rakyat Sumber Pucung kab. Malang dari pemberdayaan masyarakat mampu mendorong perubahan dan mengembangkan nasionalisme sebagai kekuatan intinya.


Full Text:

PDF

References


Fritjof Capra, Titik Balik Peradaban: Sains, Masyarakat dan Kebangkitan Kebudayaan, edisi terjemahan (Jakarta: Bentang Budaya, 2000).

Abdurrahman, Pengantar Hukum Lingkungan Indonesia (Bandung: Alumni, 2005).H. 43

Charles R. Ngangi, Konstruksi Sosial dalam Realitas Sosial-Volume 7 Nomor 2, 2011. H,. 56

Sonny Keraf, Etika Lingkungan Hidup (Jakarta: Kompas, 2010)

Muhammad Alim, Pendidikan ........., hlm.1.

Herman Hidayat, Politik Lingkungan: Pengelolaan Hutan Masa Orde Baru dan Reformasi...,H. 32

Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi “Teori Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat (Jakarta: Kencana, 2006).H. 34

Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru (Jakarta: Logos, 2000). H. 8

Rolan Roberton, ed., Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis, Edisi Bahasa Indonesia oleh Ah. Fedyani Saifuddin (Jakarta: Rajawali Pers, 1995). Hlm. V

Mohammad Zulfan Tadjoedin, Anatomi Kekerasan Sosial di Indonesia: Kasus Indonesia 1999-2001 (Jakarta: INSFIR, 2002). H. 22

Irma Suriyani dan Siti Kotijah, “Kajian Islam Dalam Masalah Lingkungan Hidup Di Kota Samarinda,” isalah Hukum Fakultas Hukum Unmul. Vol. 9. No. 1. Kalimantan Timur, 2013, 72.

Sonya Michaella, “Toleransi Agama, Tirulah Salatiga,” n.d., http://telusur.metrotvnews.com/news-telusur/zNAvALvb-toleransi-agama-tirulah-salatiga.diakses tanggal 27April 2017

Abdul Syani, Sosiologi Skematika, Teori, dan Terapan (Jakarta: Bumi Aksara, 2012). H. 33

Shonhadji Sholeh, Sosiologi Dakwah Perspektif Teoretik (Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press, 2011).H. 17-18

S.R. Parker, M.A. Smith, dan J. Child, Sosiologi Industri (Jakarta: Rineka Cipta, 1992).

M. Ridwan, “Fiqh Ekologi, Membangun Fiqh Ekologis untuk Pelestarian Kosmos,” journal.iain-samarinda.ac.id, n.d. H. 43

Paul S. Baut, Teori-Teori Sosial Modern: Dari Parsons Sampai Hebermas (Jakarta: CV Rajawali, 1992).

.


Article Metrics

Abstract has been read : 12 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/citizenship.v7i1.4495

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

citizenship indexed by:


   


View My Stats


Creative Commons License
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan by http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/citizenship/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.