Analisis rasch untuk soal tes berpikir kritis pada pembelajaran STEM di sekolah dasar

Ainun Nurul Syadiah, Ghullam Hamdu

Abstract


Pendekatan STEM dapat membentuk siswa menjadi sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis sehingga mampu memenuhi standar sumber daya manusia abad 21 serta mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemampuan siswa kelas 5 sekolah dasar di Tasikmalaya, Jawa Barat yang diukur dengan menggunakan soal tes berpikir kritis dalam pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic).  Hasil tes tersebut di analisis dengan Model Rasch sebagai alat untuk mengukur kesesuain butir soal dan abilitas siswa, sehingga seorang guru akan lebih mudah untuk mengidentifikasi kesalahan yang terjadi. Dengan demikian pengimplementasian Model Rasch pada soal tes berpikir kritis pada pembelajaran STEM di sekolah dasar dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi tantangan abad 21 dapat dilakukan

Keywords


model rasch; berpikir kritis; penilaian; stem; sekolah dasar.

Full Text:

PDF

References


Andrich, D., & Pedler, P. (2019). A law of ordinal random error: The rasch measurement model and random error distributions of ordinal assessments. Measurement: Journal of the International Measurement Confederation, 131, 771–781. https://doi.org/10.1016/j.measurement.2018.08.062

Bond, T., Fox, C. (2007). Applying the rasch model. New York: Psychology Press. https://doi.org/10.4324/9781410614575

Ennis, R. H. (2011). The nature of critical thinking: An outline of critical thinking dispositions and abilities. University of Illinois, 2(4).

Hamdu, G., Fuadi, F. N., Yulianto, A., & Akhirani, Y. S. (2020). Items Quality Analysis Using Rasch Model To Measure Elementary School Students’critical Thinking Skill On Stem Learning. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 9(1).

Indrizal, E. (2014). Diskusi Kelompok Terarah. Journal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 1, 75–82.

Kristiantari, M. R. (2015). Analisis kesiapan guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik integratif menyongsong kurikulum 2013. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 3(2).

Lidinillah, D. A. M., Mulyana, E. H., Karlimah, K., & Hamdu, G. (2019). Integration of stem learning into the elementary curriculum in indonesia: An analysis and exploration. Journal of Physics: Conference Series, 1318(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1318/1/012053

Mullis, ina V. ., O.Martin, M., Foy, P., & Hooper, M. (2015). Timss 2015 international results in science saved. http://timss2015.org/timss-2015/science/student-achievement/distribution-of-science-achievement/

Nugroho, R. A. (2018). Higher order thinking skills (T. Y. Kurniawati (ed.)). PT Gramedia.

Nurlenasari, N., Lidinillah, D. A. M., Nugraha, A., & Hamdu, G. (2019). Assessing 21st century skills of fourth-grade student in STEM learning. Journal of Physics: Conference Series, 1318(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1318/1/012058.

Omar, D. (2018). Focus group discussion in built environment qualitative research practice. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 117(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/117/1/012050

Rangkuti, A. A. (2011). Pengembangan bank soal mata kuliah psikologi perkembangan. Perspektif Ilmu Pendidikan, 23(14), 66-73.

Sari, N. A., & Yuniastuti, Y. (2018). Penerapan pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 3(12), 1572-1582.

Solichin, M. (2017). Analisis daya beda soal, taraf kesukaran, validitas butir tes, interpretasi hasil tes dan validitas ramalan dalam evaluasi pendidikan. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam, 2(2), 192-213.

Schumann, S. A., Schimelpfenig, T., Sibthorp, J., Collins, R. H., Hatzakis, K. D., Kritsotakis, E. I., Angelaki, H. P., Tzanoudaki, I. K., Androulaki, Z. D., Amal, E., Adel, E., Maged, M., Van de Velde, S., Heselmans, A., Roex, A., Vandekerckhove, P., Ramaekers, D., Aertgeerts, B., Başağa, H. B., … Calvet, B. (2015). Safety climate, safety behavior, and worker injuries in the Chinese manufacturing industry. Safety Science, 33(3), 173 - 178. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2015.04.023

Scott, C. L. (2015). Education research and foresight the futures of learning 3: What kind of pedagogies for the 21st century? Educational Research and Foresight UNESCO, 1(1), 1–14.

Sumintono, B., & Widhiarso, W. (2014). Aplikasi model rasch untuk penelitian ilmu-ilmu sosial. TrimKom Publising Home.

Sumintono, B. (2015, November). Pemodelan rasch pada Asesmen Pendidikan : Suatu pengantar. 1–14. Makalah dipresentasikan dalam Konferensi Guru dan Dosen Nasional (KGDN) 2015 di Aula Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.

Sumintono, B., & Widhiarso, W. (2015). Aplikasi pemodelan rasch pada assesment pendidikan. Institut Teknologi Sepuluh November.

Tan, S. Y., & Halili, S. H. (2015). Effective teaching of higher-order thinking (hot) in education. The Online Journal of Distance Education and E-Learning, 3(2), 41–47.

Wilson, M. (2008). Cognitive diagnosis using item response models. Journal of Psychology, 216(2), 74–88. https://doi.org/10.1027/0044-3409.216.2.74

Yuliandini, N., Hamdu, G., & Respati, R. (2019). Pengembangan soal tes berbasis higher order thinking skill (hots) taksonomi bloom revisi di sekolah dasar. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(1), 37–46.

Zubaidah, S. (2018). Mengenal 4C: Learning and innovation skills untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. In 2nd Science Education National Conference (pp. 1-18).


Article Metrics

Abstract has been read : 309 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/pe.v10i2.6524

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran


Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran published by UNIVERSITAS PGRI MADIUN.

View Premiere Educandum Stats