PENDAMPINGAN PEMBUATAN SATR DAN POSTER SHAF SHOLAT PADA MASJID JAMI’ UNIDA GONTOR SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KEKHUSYUKAN SHOLAT

Niken Sylvia Puspitasari, Zulfan Taqriri, Fajrul Falah, Fawwaz Ezar Al-Faathir, Aulia Azhari Basya, Fathur Rohman

Abstract


Abstract. This mentoring program was carried out from the results of observations and data collection that had been carried out by the team towards partners, in this case the Jami 'Unida Gontor Mosque through the Ta'mir mosque. Through this data collection, it is known that the mosque is the central point that animates tapping on the Unida Gontor campus, where most people from the academic community spend their time in the mosque for obligatory worship and sunnah. From the data that has been collected, it is known that the problem experienced by the partners is the density of the congregation when the congregational prayer is taking place, this can be seen from the inadequacy of the prayer shaf in the right, left and terrace of the mosque because there are no shaf markers and media to educate the congregation about the importance of straightening and tightening the shaf as the virtue of prayer. Partners in this activity are the ta'mir of the mosque and its staff. The solution is given by giving a satr sign as a guide for the shaf on the terrace of the mosque, the sign is in the form of a diamond resembling a black dot. With the limitation of shaf on the terrace of the mosque, it can also increase “kekhusyu'an” jammah in worship and the difference in the shaf of congregation on the northern and southern terraces of the mosque can be avoided. Partners also play a role in setting the time for the implementation of the Community Service, as well as active participants in mentoring activities. The results of this community empowerment are in the form of satr on the terrace and porch of the mosque. In addition, posters are reminders of the straightness of the shaf. The questionnaire on the effectiveness of satr and posters that have been produced shows that. Meanwhile, from the results of the field evaluation, it was found that there was an increase in the behavior of the congregation.  

Abstrak. Program pendampingan ini dilaksanakan dari hasil pengamatan dan pengumpulan data yang telah dilakukan oleh tim terhadap mitra dalam hal ini Masjid Jami’ Unida Gontor melalui Ta’mir masjid. Melalui pengumpulan data tersebut diketahui bahwa masjid merupakan titik pusat yang menjiwai peradapan di kampus Unida Gontor, dimana sebagian besar masyarakat dari civitas akademika meluangkan waktunya ke masjid untuk beribadah wajib maupun sunnah. Dari data yang telah dikumpulkan tersebut diketahui permasalahan yang dialami mitra adalah kerapatan jamaah pada saat sholat berjamaah berlangsung, hal ini dapat terlihat dari belum optimalnya shaf sholat yang berada di serambi kanan,kiri serta teras masjid karena tidak adanya penanda shaf serta media untuk mengedukasi jamaah akan pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf sebagai keutamaan shalat. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini karena masjid memiliki fungsi utama yaitu sebagai tempat sujud umat islam(Kelayakan et al., n.d.) maka dari itu pemanfaatan atas fasilitas ibadah sangat diperlukan untuk menambah kehusyu’an dalam melakasanan sholat. Mitra dalam kegiatan ini adalah ta’mir masjid beserta jajarannya. Solusi yang diberikan dengan memberi tanda satr sebagai pedoman shaf pada teras masjid, tanda tersebut berbentuk ketupat menyerupai titik yang berwarna hitam. Dengan adanya batasan shaf pada teras masjid juga dapat meningkatkan ke khusyu’an jammah dalam beribadah dan perbedaan shaf  jamaah di teras bagian utara dan selatan masjid dapat dihindarkan, Salain pendampingan pembuatan satr mitra juga akan didampingi dalam membuat poster sebagai media edukasi visual pengingat kelurusan shaf. Mitra juga berperan dalam pengaturan waktu pelaksanaan abdimas, serta peserta aktif dalam kegiatan pendampingan. Hasil abdimas ini berupa satr di teras maupun serambi masjid. Selain itu poster pengingat kelurusan shaf. Kuisioner kaeefektifan satr dan poster yang telah dihasilkan menunjukkan bahwa . sedangkan dari hasil evaluasi lapangan diketahui ada peingkatan perubahan perilaku jamaah. 


Keywords


“kekhusyu'kan”; mosque; poster; prayer; satr; masjid; shalat

Full Text:

PDF

References


Faisal. (2016). Kecerdasan Intelektual Rasulullah Saw; Perspektif Hadis. Jurnal Ulunnuha, 6(2016), 11–22.

Ivan Issa Fathony, M. H. (2016). Iklim Komunikasi Organisasi. Ilmu Komunikasi, 8.

Kelayakan, S., Persyaratan, D. A. N., & Shalat, R. (n.d.). Berdasarkan Syarat Ruang Shalat Dalam Islam Studi Kasus Masjid Al-Markaz Al-Lslami. 63–69.

Rakhmawan, T. T., Ihsan, M., Muhammad, R., & Muhammad, R. (2018). Sistem Penanda Shaf Sholat Sebuah project mapping yang akan menyinari shaf apabila masih ada yang kosong. 4(3), 3025–3034.

Utoyo, A. W. (2020). Analisis Komunikasi Visual Pada Poster Sebagai Media Komunikasi Mendorong Jarak Sosial Di Jakarta Saat Epidemi Covid 19. LUGAS Jurnal Komunikasi, 4(1), 35–42. https://doi.org/10.31334/lugas.v4i1.939


Article Metrics

Abstract has been read : 52 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/jta.v7i1.9208

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Terapan Abdimas

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
Jurnal Terapan Abdimas by http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/jta is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View Jurnal Terapan Abdimas Stats