Perbandingan validitas tes Vo2max antara metode maksimal dan sub-maksimal pada remaja

Gema Fitriady

Abstract


Pengukuran VO2max secara langsung sangat membutuhkan biaya yang mahal dalam menganalisis gas, sehingga pengukuran secara tidak langsung atau prediksi dengan metode maksimal dan sub-maksimal dapat dijadikan alternatif untuk mengukur VO2max. Validitas tes VO2max, baik metode maksimal dan sub-maksimal sudah pernah dihitung akan tetapi secara terpisah pada populasi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan membandingkan validitas dari tes VO2max metode maksimal dan sub-maksimal menggunakan subjek yang sama dengan waktu yang hampir sama. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah concurrent validity dengan Astrand Treadmill Test sebagai tes pembanding. 40 mahasiswa laki-laki (rerata usia 19,2 ± 0,6 tahun; rerata berat badan 68,3 ± 5,2 kg) dari Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Negeri Malang secara sukarela untuk berpartisipasi. Rerata hasil tes VO2max masuk kriteria good (45,2-50,9 ml. kg-1 .min-1 ) dan excellent (51.0-55.9 ml. kg-1 .min-1 ). Validitas dari MFT (0,88; p value = 0,037), Balke Test (0,90; p value = 0,003), Cooper Test (0,91; p value = 0,001) yang mewaliki tes metode maksimal. Validitas tes VO2max metode sub-maksimal diwakili Queens test sebesar 0,77 dengan p value = 0,067 dan Rockport test sebesar 0,75 dengan p value = 0,071. Validitas tes VO2max metode maksimal lebih akurat dalam memprediksi besaran VO2max daripada metode submaximal.


Keywords


Validitas Tes; VO2max; metode maksimal dan sub-maksimal

Full Text:

PDF

References


Bassett, D. R., & Howley, E. T. (2000). Limiting factors for maximum oxygen uptake and determinants of endurance performance. Medicine and science in sports and exercise, 32(1), 70-84.

Budiman, I. (2010). Perbandingan Tes Lari 15 Menit Balke dengan Tes Ergometer Sepeda Astrand. Jurnal Kedokteran Maranatha, 7(1), pp-91.

Chatterjee, S., Chatterjee, P., & Bandyopadhyay, A. (2005). Validity of Queen’s College Step Test for estimation of maximum oxygen uptake in female students. Indian J Med Res, 121(1), 32-5.

El Ghoch, M., Soave, F., Calugi, S., & Dalle Grave, R. (2013). Eating disorders, physical fitness and sport performance: A systematic review. Nutrients, 5(12), 5140-5160.

Grant, S., Corbett, K., Amjad, A. M., Wilson, J., & Aitchison, T. (1995). A comparison of methods of predicting maximum oxygen uptake. British journal of sports medicine, 29(3), 147-152.

Mackenzie, B. (2005). Performance evaluation tests. London: Electric World plc.

McSwegin, P. J., Plowman, S. A., Wolff, G. M., & Guttenberg, G. L. (1998). The validity of a one-mile walk test for high school age individuals. Measurement in Physical Education and Exercise Science, 2(1), 47-63.

Matsuzaka, A., Takahashi, Y., Yamazoe, M., Kumakura, N., Ikeda, A., Wilk, B., & Bar-Or, O. (2004). Validity of the multistage 20-m shuttle-run test for Japanese children, adolescents, and adults. Pediatric exercise science, 16(2), 113-125.

Smith, A. N. D. R. E. W., Kendrick, A., Maben, A., & Salmon, J. (1994). Effects of breakfast and caffeine on cognitive performance, mood and cardiovascular functioning. Appetite, 22(1), 39-56.


Article Metrics

Abstract has been read : 32 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/jpos.v2i1.2724

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.