Upaya Meningkatkan Keaktifan dan pemahaman Konsep Gaya Magnet Melalui Modul Kartun Berbasis Experiental Learning

Krismayana Megariyani, Elly’s Mersina Mursidik, Ivayuni Listiani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk upaya meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep gaya magnet melalui modul kartun berbasis experiential learning pada siswa kelas VI. Penelitian dilakukan pada bulan April 2019 di SDN Gelanglor, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus yaitu siklus 1, siklus II dan siklus III. Penelitian ini dilakukan enam kali pertemuan dengan materi gaya magnet.Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VI dengan jumlah peserta didik 29 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan tes. Hasil menujukkan keaktifan dan pemahaman konsep melalui penerapan modul  kartun berbasis experiential learning meningkat dengan sangat baik. Prosentase peningkatan keaktifan 100% dengan nilai rata-rata keaktifan 93,10 dan pemahaman konsep mencapai 100% dengan nilai rata-rata pemahaman konsep 92,76. Sehingga bisa dilihat kelebihan penerapan modul kartun berbasis experiential learning adalah menjadikan peserta didik lebih aktif, kekurangan dari modul ini adalah membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyiapkan materi pembelajaran yang akan diajarkan.

 

This study aims to improve the activity and understanding of the concept of magnetic force through cartoon modules based on experiential learning in class VI students. The study was conducted in April 2019 at SDN Gelanglor, Sukorejo District, Ponorogo Regency. This type of research is a class action research consisting of three cycles, namely cycle 1, cycle II and cycle III. This study was conducted six times with magnetic force material. Subjects were class VI students with 29 students. Data collection techniques by observation and tests. The results showed activeness and understanding of the concept through the application of experiential learning-based cartoon modules improved very well. The percentage increase of 100% activeness with an average value of 93.10 activeness and understanding of the concept reached 100% with an average value of 92.76 concept understanding. So that it can be seen that the advantages of the application of cartoon modules based on experiential learning is to make students more active, the disadvantage of this module is that it takes a very long time to prepare learning material to be taught.


Keywords


Concept Understanding; Magnetic Force; cartoon modules; Experiental Learning

Full Text:

PDF

References


Agung, E. (2017). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Widia Sarana Indonesia.

Arikunto, S. (2010). Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Aditya Media.

Munif, I. R. S. (2009). Penerapan Metode Experiential Learning Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 5(2).

Noor, J. (2011). Metode Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi dan Kaya Ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Silberman, M. (2014). Handbook Of Experiential Learning Strategi Pembelajaran Dunia Nyata. Bandung: Penerbit Nusa Media.

Silberman, M. L. (2006). Active Learning; 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa.

Suryani, S., Rudyatmi, E., & Pribadi, T. A. (2014). Pengaruh Experiential Learning Kolb melalui Kegiatan Praktikum Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa. Journal of Biology Education, 3(2).

Susilana, R. & Riana, C. (2019). Media Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

Wibowo, N. (2016). Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Pembelajaran Berdasarkan Gaya Belajar di SMK Negeri 1 Saptosari. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education), 1(2), 128-139.


Article Metrics

Abstract has been read : 173 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/jems.v7i1.5287

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Edukasi Matematika dan Sains



Jurnal Eduaksi Matematika dan Sains (JEMS) terindeks oleh :

 

 


 

 

View JEMS Stats