Pengembangan LKS IPA untuk Meningkatkan Ketrampilan Proses Sains Dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP

Abas Susilo, Sri Atun

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) kelayakan dan (2)  keefektifan LKS IPA dengan pendekatan guided inquiry untuk meningkatkan ketrampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa SMP kelas VII. Prosedur pengembangan mengacu langkah-langkah dari Borg & Gall yang meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan draf, validasi dan revisi, uji coba terbatas dan revisi, uji coba lapangan dan penyempurnaan produk, dan diseminasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) LKS IPA dengan pendekatan guided inquiry dengan kelayakan menurut penilaian ahli nilai rata-rata sebesar 4,16 dengan kategori “Baik”, dan guru serta teman sejawat nilai rata-rata ≥ 4,2 dengan kategori “Sangat Baik”. LKS IPA dengan pendekatan guided inquiry mampu meningkatkan ketrampilan proses sains, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitis siswa SMP kelas VII.


Keywords


LKS IPA; guided inquiry; ketrampilan proses sains; kemampuan berpikir kritis; dan hasil belajar kognitif

Full Text:

PDF

References


Borg, W.R. dan Gall, M.D. (1983). Educational reserch: an introduction. 4th. Edition. New York: logman inc.

Bundu, P. (2006). Penilaian keterampilan proses dan sikap ilmiah dalam pembelajaran SAINS-SD. Jakarta: DEPDIKNAS.

Depdiknas. (2007). Pedoman memilih menyusun bahan ajar dan teks mata pelajaran. Jakarta: CV. Mini Jaya Abadi.

Eggen, P. & Kauchak, D. (2012). Strategi dan model pembelajaratan mengajarkan konten dan ketrampilan berpikir. (Terjemahan Satrio Wahono) Pearson Education. (Buku asli terbit tahun 2012).

Hake, R.R. Design-based research in physics education. Diambil dari http://www.physics.indiana.edu/~hake/DBR Physics3.pdf.

Kemendikbud. (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65, tahun 2013, tentang Standar Proses

Linton, M. (2013). Science process skills in primery science. National Centre for Excellence in Mathematics and Science Teaching and Learning Vol. 4#10 2013. p. 1-4

Mardhapi, D. (2008). Teknik penyusunan instrumen tes dan non tes. Yogyakarta: Mitra Cendekia

Martin, D. J. (2006). Elementary science methods a constructivist approach. USA: Thomson.

National Research Countil.(2000). Inquiry and the national science standarts: a guide for theaching and learning. Washington, D.C. : National Academi Press

Paul, R dan Elder, L. (2007). The miniature guide to critical thinking concept and tools. The Foundation for Critical Thinking. p. 1-23

Sanjaya, W. (2009). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana.

Santrock, J.W., (2007). Remaja edisi kesebelas. (Terjemahan Benedictine Widyasinta). USA: McGraw-Hill Companies. (Buku asli terbit tahun 2007).

Scriven, M. dan Paul,R. (2008). Defining critical thinking. Diambil pada tanggal 24 Juli 2013 dari http://www.criticalthinking.org/pages/defining-critical-thinking/766.

Sugiyono. (2008). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sukardjo. (2012). Buku pegangan kuliah evaluasi pembelajaran IPA untuk mahasiswa S2 program studi pendidikan sains. Yogyakarta. UNY.

Trianto. (2010b). Model pembelajaran terpadu konsep, strategi, dan implementasinya dalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara.

Tursinawati. (2012). Penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan pemahaman hakikat sains siswa. Jurnal Pendidikan Serambi Ilmu Volume 11, No. 2.

Wenning, C.J. (2005). Levels of inquiry: hierarchies of pedagogical practices and inquiry processes. Journal Physict Theacer Education Online 2 (3).


Article Metrics

Abstract has been read : 622 times
PDF file viewed/downloaded: 0 times


DOI: http://doi.org/10.25273/jems.v5i1.1781

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Edukasi Matematika dan Sains



Jurnal Eduaksi Matematika dan Sains (JEMS) terindeks oleh :

 

 


 

 

View JEMS Stats