Treatmen bagi pengemis pada Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.25273/counsellia.v7i1.1159Keywords:
Treatment, a Beggar, Social Rehabilitation CenterAbstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui treatmen yang diberikan oleh Balai rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Yogyakarta kepada pengemis. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif melalui pendekatan fenomenologis. Subyek penelitian adalah petugas balai rehabilitasi dan dua orang pengemis. Penggalian data dilakukan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, mendisplay data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian adalah penyebab seseorang mengemis ada dua, yakni faktor intern dan ekstern. Penyebab intern timbul dari dalam diri sendiri sementara penyebab ekstern dipengaruhi oleh lingkungan individu. Berdasarkan penyebab tersebut didapati karakteristik pengemis adalah tingkat ekonomi rendah (miskin), tingkat pendidikan rendah, tidak memiliki pekerjaan dan meminta-minta, tidak memiliki tempat tinggal, tidak memiliki identitas diri, hidup bebas tanpa aturan, tidak memiliki tujuan hidup yang jelas, dekadensi moral dan sosioemosional rendah, bersifat malas, dan tingkat religius rendah. Oleh karena pemberian satu treatmen yang berdasarkan karakteristik pengemis akan mempengaruhi pemberian treatmen yang lainnya, maka pemberian treatmen dilakukan secara eklektif yang mengkombinasikan beberapa treatmen sesuai kebutuhan.
Kata kunci : Treatmen, Pengemis, Balai Rehabilitasi Sosial
Abstract
This study aims to determine the treatments provided by Bina Karya and Laras Social Rehabilitation Center Yogyakarta to beggars. This study is using the descriptive qualitative method with the phenomenological approach. The research’s subject is Social and rehabilitation center’s employ and two beggars. Researcher is taking the data by interview and observation. For data analysis is using data reduce, data display and conclution.The result is, there are two causes of someone being a beggar, internal and external factors. Internal factor comes from individual self and external factor influenced by individual environment. Beggar’s characteristic based on the causes of poverty is low economic level, education level, without a job, homeless, without identity, free of lifestyle, without rules, aimless life, moral decadency and socio emotional low, shiftless, and less religious. The treatment provide based on characteristic will influence another treatment. Therefore treatments are given in an eclectic manner that combines several treatments as needed.
Keyword: Treatment, a Beggar, Social Rehabilitation Center
Downloads
References
A.M, Yuki Deli. (2014). “Efektifitas Pembinaan dan Pelatihan Gelandangan dan Pengemis Oleh Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Pekanbaruâ€. Jom Fisip. Vol. 2. No. 1. 1-15.
Abidin, Zainal. Sangidun & Budiyono, A. (2013) “Penanganan Problematika Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) Melalui Bimbingan dan Konseling Islami di Balai Rehabilitasi Sosial Martani Cilacapâ€. Jurnal Komunika Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto. Vol. 7. No. 2. 1-22.
Ahmad, Maghfur. (2010). “Strategi Kelangsungan Hidup Gelandangan-Pengemis (Gepeng)â€, Jurnal Penelitia., Vol. 7. No. 2. 1-16.
Anggraini, Tyas M. dan Dewi, Noviyanti K. (2016). “ Identifikasi permasalahan Gelandangan dan Pengemis di UPT Rehabilitasi Sosila Gelandangan dan Pengemisâ€, INQUIRY Jurnal Ilmiah dan Psikologi. Vol. 7. No. 1. 30-40.
Asy’ari, Hasyim & Mudzakkir, Moh. (2015). “Pengemis dan Makam: Fenomena Pengemis di Makam Sunan Giri Kabupaten Gresikâ€. Jurnal Paradigma. Vol. 3. No. 2. 1-7.
Dokumentasi Dinas Sosial Yogyakarta tahun 2015.
Effendi, Tadjuddin Noer. (1993). Sumber Daya Manusia Peluang Kerja Dan Kemiskinan. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Hartono dan Aziz, Arnicun. (2001). Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hayat, Abdul. Konsep Konseling berdasarkan ayat-ayat Al Quran. (2016). Yogyakarta: LKIS.
Keputusan Menteri sosial Republik Indonesia, (2003). tentang Organisasi dan Tata Kerja Panti Sosial di Lingkungan Departemen Sosial. Jakarta.
Muhaimin,. (2012). “Analisis Hukum Terhadap Efektifitas Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah Dalam Pengentasan Kemiskinan dan Model Penyelesaiannyaâ€. Jurnal Dinamika Hukum. Vol. 12. No. 1. 15-26.
Oktaviana, Maulida. Zukhri, Anjuman. & Meitriana, Made Ary. (2014). “Pengemis dan Upaya Penanggulangannya (Studi Kasus Di Desa Rarang Tengah Kecamatan Terara Kabupaten LombokTimur), Jur Penddikan Ekonomi. Vol. 4 No. 1.
Prayitno & Amti, Erman. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. (2013). Jakarta: Rineka Cipta.
Rohmah, Umi. (2011). Pengantar Bimbingan dan Konseling. Ponorogo: STAIN Po Press.
Zefitaningsih, Betha D. Wibhawa, Budhi. & Rachim, Hadiyanto A. (Tt.) “ Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis Oleh Panti Sosial Bina Karya Pangudi Luhurâ€, Prosiding KS: Riset dan PKM. Vol. 3 No. 1.
Downloads
Published
Issue
Section
License
In order to be accepted and published by Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, the author(s) submitting the article manuscript should complete all the review stages. By submitting the manuscript the author(s) agreed to the following terms:
The copyright of received articles shall be assigned to Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling. The intended copyright includes the right to publish articles in various forms (including reprints). Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling maintain the publishing rights to the published articles.
Authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with an acknowledgement of initial publication to this journal.
Author sent the copyright transfer form (here) to the journal.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.